No Image Available

Orang-Orang Di Persimpangan Kiri Jalan

 Author: Soe Hok Gie  Category: Sejarah  Publisher: Mata Bangsa  Pages: 360  Language: Indonesia More Details
 Description:

Dalam Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan ini, pembaca akan bertemu sosok Soe Hok Gie yang lain. Bukan aktivis mahasiswa, tetapi seorang ilmuwan. Tepatnya sejarawan. Berasal dari skripsi tingkat sarjana di Fakultas Sastra jurusan Sejarah UI, tulisan ini disusun melalui serangkaian penelitian serius, dengan kerangka keilmiahan yang ketat.

Jadilah sebuah rekaman sejarah yang orisinil, tajam, dan adil. Menceritakan dinamika ―suka, duka, intrik, kelicikan, penderitaan, harapan ―para tokoh yang terlibat peristiwa ‘Madiun Affair’ yang menelan korban ribuan jiwa, termasuk pelakunya. Para tokoh tersebut dihadirkan secara utuh dengan segala problema kemanusiaan yang mengiringinya, bagaikan gelombang yang pasang surut dan musim yang silih berganti.

Karya tentang pemberontakan PKI di Madiun ini dianyam demikian rupa seakan-akan kita membaca sebuah novel sejarah dramatis yang menegangkan. Tapi penulisnya cukup hati-hati untuk tetap bersikap objektif dalam analisisnya hingga fakta sebagai “suatu yang suci” dalam bangunan sejarah tetap ditempatkan dalam posisi yang terhormat. (Ahmad Syafii Maarif, Sejarawan).
——
Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan – “Engkau tahu siapa saya? Saya Musso. Engkau baru kemarin jadi prajurit dan berani meminta supaya saya menyerah kepada engkau. Lebih baik meninggal daripada menyerah, walaupun bagaimana saya tetap merah putih.”

Karena prajurit ini memang tidak bermaksud menembak mati Musso, ia lari ke desa di dekatanya. Sementara itu pasukan-pasukan di bawah Kapt. Sumadi telah datang. Musso bersembunyi di sebuah kamar mandi dan tetap menolak menyerah. Akhirnya ia ditembak mati. Mayatnya dibawa ke Ponorogo, dipertontonkan dan kemudian dibakar.

 

 Back